PERALATAN KOMUNIKASI (TRADISIONAL)
Alat komunikasi kuno di masa lalu
penggunaannya masih
dengan cara yang sangat sederhana dibandingkan dengan alat komunikasi
modern pada masa sekarang ini. Peralatannya pun
masih menggunakan bahan bahan alam, seperti daun lontar, batu (prasasti)
dan asap. Pada masa ini, teknologi informasi belum menjadi teknologi
massal seperti
yang kita kenal sekarang dan hanya digunakan pada saat-saat tertentu
saja.
A.KENTONGAN
Kentongan merupakan media
komunikasi tradisional yang sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak
dahulu kala. Biasanya pada jaman kerajaan,
kentongan digunakan bertujuan untuk mengumpulkan warga bila hendak ada
pemberitahuan atau pesan dari raja untuk rakyatnya. Biasanya Orang-orang
yang mendengar suara kentongan dipukul, warga kerajaan dengan segera
bergegas datang berkumpul untuk mendengarkan berita
atau pengumuman. Dalam penggunaannya, untuk setiap daerah bunyi
kentongan tidak
memiliki standar yang baku. Setiap daerah memiliki kode atau arti
tertentu
terhadap suara kentongan, misalnya suara kentongan yang dipukul beberapa
kali
dengan cepat menandakan adanya musibah atau kedatangan musuh.
B. LONCENG
Lonceng adalah suatu peralatan sejenis
logam yang digunakan sebagai semacam bel yang dibunyikan untuk menentukan waktu
atau memberitahukan sesuatu. Lonceng-lonceng besar pada umumnya terbuat dari logam,
namun lonceng-lonceng kecil dapat pula terbuat dari keramik atau porselen. Dahulu
lonceng digunakan untuk mengabarkan suatu berita kepada masyarakat dan sebagai
penanda waktu. Lonceng juga digunakan oleh umat Kristiani untuk memberi tanda
waktu beribadah digereja, biasanya dibunyikan tiga kali, pada pukul 06.00.
12.00, dan18.00. Lonceng digunakan pertama kali dalam gereja Katolik sekitar
tahun 400 masehi dan dianggap diperkenalkan oleh Paulinus, Uskup Nola, sebuah
kota di Campania, Italia. Penggunaannya menyebar luas dengan cepat dan tidak
hanya digunakan untuk mengumpulkan umat dalam acara keagamaan, tetapi juga
sebagai peringatan ketika ada bahaya.
C. BEDUG
Bedug adalah alat musik tabuh seperti
gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak
ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional,
baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug
biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bila
ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar
sampai jarak yang cukup jauh.
D. ASAP
Orang - orang zaman dahulu juga
memanfaatkan asap sebagai media komunikasi. Asap dikenal sangat populer
digunakan sebagai media komunikasi suku bangsa Indian di Amerika. Alat
komunikasi ini biasa digunakan untuk mengirimkan suatu pesan rahasia atau
peringatan pada sesama sukunya ataupun suku lawan. Sekarang ini asap juga
sering digunakan dalam suatu permainan dalam kegiatan pramuka.
E. PRASASTI/DAUN LONTAR
Kegiatan surat-menyurat di
Indonesia telah dimulai sejak masa kerajaan Kutai, Tarumanegara, Pajajaran,
Majapahit, Sriwijaya, dan Mataram. Walaupun pada masa itu kegiatan tersebut
masih terbatas pada kegiatan surat-menyurat antar kerajaan. Mereka menggunakan
kulit kayu serta kulit bambu sebagai sarana untuk menulis.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prasasti merupakan piagam yang tertulis pada batu,tembaga, dan sebagainya. Prasasti merupakan sumber sejarah penting untuk mengungkap peristiwa masa lalu. Prasasti merupakan sumber dokumen tertulis yang orisinil dan pasti terjamin keasliannya sebagai peninggalan masa lalu. Menurut Matrical Eulogitic Inscription, Ms. Dannel,Sanskrit Dictionary, Prasasti berarti tulisan yang berisi pujian dan merupakan anugerah yang diberikan seorang raja kepada rakyatnya dan berlakunya secara turun temurun. Istilah tersebut dalam Negara Kertagama dikatakan sebagai purwasarirareng prasatyalama tan rinaksan iwo, yang berarti hak-hak istimewa yang sejak dahulu dilindungi oleh prasasti kuno.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar